Menhub Diminta Kaji Ulang Permenhub 12/2019 yang Atur Tarif Ojol

kataSAPA.com

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium adanya indikasi predatory pricing (praktik persaingan tidak sehat) dalam pemberian diskon tarif oleh aplikator ojek online (ojol). Pemerintah pun disarankan mengkaji ulang Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019, untuk memastikan praktik persaingan tidak sehat berbalut promo tidak terus berlanjut.

Ketua KPPU Kurnia Toha menuturkan, praktik predatory pricing ini terlihat jelas dari perbedaan harga yang tertera di aplikasi dengan yang dibayarkan konsumen. Pihaknya pun telah meminta Divisi Penegakan Hukum KPPU untuk menindaklanjuti persoalan ini.

Kemarin itu kan ada penelitian (KPPU). Selama ini mereka mantau tapi belum sampai ke sana. Saya bilang sebenarnya sudah terjadi predatory pricing, maka saya minta ke divisi penegakan hukum segera bergerak, ucap Kurnia kepada , Kamis (13/6).

Secara sederhana, predatory pricing didefinisikan sebagai langkah pelaku usaha di suatu pasar untuk menjual produk atau layanannya dengan harga semurah. Tujuannya tidak lain agar dapat mengalahkan pesaingnya, sehingga ia bisa menguasai pasar.

Selain berdampak pada terpentalnya pelaku usaha lain, persaingan usaha yang tidak sehat seperti ini juga menghambat masuknya pemain baru. Dugaan predatory pricing ini cukup banyak didengungkan terutama usai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan Permenhub Nomor 12/2019 yang mengatur tarif batas atas dan bawah pada ojol.

Akibat tarif baru itu, diyakini terdapat penurunan jumlah pengguna layanan ojol. Sebagai respons penurunan itu, diskon diduga menjadi solusi aplikator untuk mengatasi penurunan itu.

Menurut Kurnia, kendati mengatasnamakan diskon atau potongan harga, hal itu bisa saja mengarah pada predatory pricing. Kendati demikian, Kurnia belum menjelaskan lebih lanjut perihal rencana lembaganya untuk turut memeriksa dugaan pelanggaran persaingan usaha pada diskon tarif ojol.

Disarankan Dikaji Ulang
Terpisah, pendiri Institute for Competition and Policy Analysis (ICPA), Syarkawi Rauf menambahkan, pemerintah bisa memastikan terciptanya iklim usaha yang sehat di Indonesia dengan mengatur dua unsur, yakni persaingan yang sehat antara pemain, dan perlindungan konsumen. Menurutnya, persaingan yang sehat antara pemain dibutuhkan untuk mendorong terciptanya inovasi, produktivitas, serta penanaman modal yang lebih tinggi.

Persaingan yang sehat juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sebab, perusahaan yang lebih kecil bisa memiliki kesempatan untuk bersaing, dan perusahaan yang lebih besar tidak berkuasa tanpa batas.

Sementara bagi konsumen, persaingan menjadi menguntungkan karena dapat meningkatkan kualitas layanan serta memberikan lebih banyak pilihan. Mantan Ketua KPPU inipun menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang Permenhub 12/2019.

Agar praktik promo berlebihan yang dilakukan oleh operator transportasi online dan/atau pihak-pihak yang terkait dengan operator tersebut bisa dibatasi, katanya kepada Kamis.

Kemudian, ada sanksi tegas bagi pihak yang melanggar peraturan batasan promo berlebihan. Kami berharap agar regulator serta KPPU dapat memprioritaskan iklim persaingan usaha yang sehat. Kami mendukung langkah regulator untuk mengkaji ulang peraturan khususnya Permenhub 12/2019, sebagai bentuk tindakan tegas pemerintah terhadap indikasi praktik persaingan tidak sehat di industri transportasi online, pungkasnya.

swaranet.com

Susul Jatim, Kang Emil Akan Gratiskan SPP SMA/SMK di Jabar

swaranet.com

Caleg PBB Beri Kesaksian untuk 02, Catut Nama Moeldoko dan Ganjar

swaranet.com

Lowongan Kerja Jaga Stand Thai Tea Cirebon

swaranet.com

Grand Opening, Juragan Ayam Ajak Makan Gratis Selama 2 Hari

swaranet.com

Jalan Perjuangan Masih Tersisa

swaranet.com

Pengamat Politik Sebut Dorongan KLB Demokrat Sulit Terwujud

swaranet.com

Jelang Kongres Ke-5 PDIP, Pramono Yakin Megawati Tidak Tergantikan

swaranet.com

Dibayar Cuma Seperlima Gaji Ronaldo, Begini Karier Pelatih Baru Juventus

swaranet.com

Putrinya Gelar Nikah Mewah, Ini 5 Fakta Soetjahjono Winarko dari Keluarga Sampoerna

swaranet.com

5 Aplikasi Terjemahan Gratis yang Cocok Buat Traveling ke Luar Negeri

swaranet.com

5 Lokasi Rumah Rp 500 Juta Paling Dicari di Bodetabek

swaranet.com

Tandingan Kopassus, Berapa Gaji Anggota 6 Pasukan Khusus Paling Mematikan di Dunia?

swaranet.com

Diklaim Mampu Saingi Pamor Bitcoin dan Dolar, Apa Keunggulan Libra Coin?

swaranet.com

Yuk! Intip 3 Bisnisnya Si Atun Ada yang Laris hingga ke Amerika dan Austria

swaranet.com

Feedloop Terima Pendanaan Dari East Ventures

swaranet.com

Libra Rilis, Facebook Dongkrak Popularitas Blockchain

swaranet.com

Tanggapan Milenial Terkait Fintech Pinjaman Online

swaranet.com

Cerita Lucu Dendam Seorang Istri

swaranet.com

Arsenal Diminta Jual Tiga Pemain Musim Panas Ini

swaranet.com

Update Transfer Arsenal (19/6/2019): Aubameyang, Lucas Torreira, Hakim Ziyech

swaranet.com

Lihat Pemain PSM Makassar Diterjang Sadis Pemain Becamex, Kartu Merah!

swaranet.com

Hasil Becamex vs PSM Makassar 1-0, Padahal Unggul Jumlah Pemain!

swaranet.com

Eden Hazard Benar-benar Putus Hubungan dengan Chelsea

swaranet.com

Banding Ditolak, Neymar Dilarang Bermain di Tiga Laga Uefa

swaranet.com

Everton Lepas Playmaker Mudanya ke CSKA Moscow

swaranet.com

Arsenal Lega, Pierre-Emerick Aubameyang Tetap Setia The Gunners

swaranet.com

Neymar Sibuk Cari Rumah di Barcelona

swaranet.com

Timnas Spanyol Resmi Ditinggal Luis Enrique

swaranet.com

Emery Desak Manajemen Datangkan Bek Kiri Celtic

swaranet.com

Douglas Costa Tak Sabar Ingin Main di Bawah Maurizio Sarri

swaranet.com

Rodrygo Klaim Mirip Robinho dan Neymar

swaranet.com

Tanpa Sadio Mane, Timnas Senegal Tetap Kuat

swaranet.com

Everton Perpanjang Kontrak Baines

swaranet.com

Penyebab Bejo Sugiantoro Ngamuk ke Bonek di Laga Persebaya vs Madura United

swaranet.com

Awal Agustus, Barcelona Dua Kali Hadapi Napoli di AS

swaranet.com

Gol Tunggal Zapata Pastikan Kolombia Raih Tiga Poin

swaranet.com

Kronologi Aksi Bonek Bikin Ricuh Laga Persebaya vs Madura United

swaranet.com

RESMI! Inilah Pelatih Baru AC Milan

swaranet.com

Gawat! Tunggakan Gaji Pemain PSMS Kembali Disingung BOPI, Liga 2 Belum Bisa Direkomendasikan untuk Digelar

swaranet.com

Saksi Prabowo-Sandi Laporkan Ganjar Tak Netral tapi Gak Lihat Langsung Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

swaranet.com

Ngaku, sebelum Bela Prabowo-Sandi, Denny Indrayana Maunya Jadi Kuasa Hukum KPU

swaranet.com

Target Barcelona Tolak Permintaan Messi, Pilih Gabung Ronaldo di Juventus

swaranet.com

Yakin Prabowo-Sandi Sudah Keok di MK, Yusril: Anda Kan Lihat Sendiri Saksinya

swaranet.com

Kasihan Said Didu, Keras dan Ngeyel di Sidang MK, Ternyata Gak Dianggap KPU dan Yusril Cs

swaranet.com

Saksi Prabowo-Sandi Dianggap Yusril ‘Keok’, Gerindra Ngegas: Itu Kan Hanya untuk Membuktikan Contoh-contoh

swaranet.com

Dispora Makassar Godok Perda Kepemudaan

swaranet.com

Instagram Dianggap Paling Buruk untuk Kesehatan Mental, Ini Alasannya

kumpulan tutorial terlengkap
close