12 Juli 2008: Terungkapnya Pembunuhan Berantai Ryan Jombang

kataSAPA.com

Jakarta - Kasus pembunuhan berantai menggegerkan publik Tanah Air pada 2008. Very Idam Henyansyah alias Ryan, pria dari Jombang, Jawa Timur membunuh 11 orang.

Dari informasi yang dihimpun Sejarah Hari Ini, terkuaknya pembunuhan yang dilakukan Ryan dimulai dari ditemukannya tujuh potongan tubuh manusia dalam dua buah tas di belakang Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi 12 Juli 2008. Polisi kemudian membawa jenazah korban mutilasi itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Identitas jenazah terungkap. Dia adalah Heri Santoso (40), seorang manager penjualan sebuah perusahaan swasta di Jakarta yang menghilang selama dua hari.

Pada Selasa 15 Juli 2008, polisi menangkap Very Idam Henyansyah alias Ryan. Dia ditangkap setelah menggunakan uang sebesar Rp 3.040.000, kartu kredit dan ATM milik Heri untuk berfoya-foya dengan kekasih sesama jenisnya, Noval Andrias.

Saat itu, dia ditangkap di kosnya di Pesona Kayangan, Depok. Polisi juga menangkap kekasih Ryan, Noval.

Penyidik kemudian menggiring Ryan dan Noval ke Polda Metro Jaya pada hari itu juga untuk diperiksa. Pada pemeriksaan tersebut, penyidik menghubungkan kasus mutilasi ini dengan hilangnya Aril Somba Sitanggang alias Aril.

Ryan pernah dilaporkan keluarganya pada Mei 2008 karena menghilang. Pada saat itu, polisi melepaskannya karena tidak cukup bukti. Ryan pun mengaku telah memakamkan jenazah Aril di dekat rumah orangtuanya di Desa Jatiwates Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Senin, 21 Juli 2008, polisi menggiring Ryan untuk menunjukkan lokasi penguburan Aril. Saat itu, polisi menemukan empat mayat dalam dua lubang. Salah satunya diyakini sebagai jasad Aril.

Satu lubang berisi tiga jenazah. Satu korban berjenis kelamin wanita. Jenazah perempuan itu ditemukan dalam satu liang lahat bersama dua jenazah laki-laki lainnya di belakang pintu dapur rumah keluarga Ryan.

Lubang yang lain berisi satu jasad berjenis kelamin laki-laki ditemukan petugas dalam sebuah liang di bawah pohon bambu yang berjarak sekitar lima meter dari liang pertama.

Ryan mengaku melakukan pembunuhan itu sendirian di belakang rumahnya di Jalan Melati, Desa Jatiwates. Rentang pembunuhan dilakukan dari 2007, hingga akhirnya terungkap ada 11 korban jiwa.

Motif Pembunuhan

Kasus pembunuhan yang dilakukan Ryan Jombang mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi di Jakarta tahun 2008.

Motif cemburu terungkap dalam kasus mutilasi terhadap teman dekatnya Heri Santoso hingga tujuh potongan di Depok, lalu dibuang di Jl Kebagusan, Jakarta pada 12 Juli 2008.

Sementara itu, dalam kasus pembunuhan 10 orang di belakang rumah orangtua Ryan di desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, kabupaten Jombang, Jatim, selama kurun 2006-2008 terbukti bermotif materi/ekonomi.

"Motifnya memang keinginan seketika untuk menguasai barang-barang milik korban, tapi Ryan tak selalu lancar mewujudkan keinginan seketika itu," kata Direskrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution di Surabaya 31 Juli 2008.

Seperti dilansir dari Antara, menurut Rusli, korban umumnya dikenal Ryan, tapi mereka bertemu di berbagai tempat, kemudian diajaknya ke rumahnya di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

"Ada yang bertemu di Surabaya, ada yang di Jombang. Hanya satu yang tak dikenal yakni satu korban yang Ryan sendiri tidak hafal namanya, yakni korban yang diduga dibunuh pertama kali pada 2006," katanya.

Dalam proses pembunuhan, ada korban yang dibunuh malam hingga dinihari, tapi ada juga yang dibunuh siang hari.

"Mereka umumnya mudah dirayu Ryan, karena ada rasa cinta, termasuk ada juga korban wanita yang mencintainya," ucap Rusli.

Psikiater Polda Jatim AKBP dr Roni Subagio membeberkan hasil pemeriksaan psikiater Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terhadap Ryan.

"Kalau tanda-tanda psikotis (gangguan jiwa yang berat) tak ada, tapi kalau psikopat (minimnya empati dan kontrol perilaku) memang ya, karena perilakunya impulsif," kata dr Roni Subagio.

Menurut dia, "sense of reality" (daya realitas) tersangka sangat normal. Artinya, Ryan membunuh dengan sadar dan paham akibatnya. Dia juga tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Namun, Ryan memiliki ciri-ciri kepribadian yang impulsif, sehingga dia sangat sensitif, mudah tersinggung, dan mudah marah, karena itu kepribadian tersangka sering dimanifestasikan dengan tindakan melempar, memukul, marah-marah, dan tindak kekerasan lainnya.

"Saat diperiksa penyidik, tersangka juga mempunyai keinginan kelihatan nggak normal agar terbebas dari jerat hukum. Itu biasa, karena itu kami melakukan pemeriksaan kejiwaan dan ternyata tak ada gangguan kejiwaan yang berat," katanya.

Hasil pemeriksaan psikiater lainnya, tersangka juga mengalami gangguan orientasi seksual berupa homoseksualitas.

"Dalam hubungan homoseksualitas itu, tersangka lebih menyukai peran sebagai perempuan, tapi kelainan seksual itu nggak ada kaitan dengan kejiwaan, karena mereka yang bukan homo juga dapat mengalami gejala kejiwaan," katanya.

Yang menarik, katanya, pemeriksaan psikiatri terhadap Ryan pada 29 Juli itu telah dicocokkan dengan kepribadian orangtuanya di Jombang yang diperiksa pada 30 Juli 2008.

"Hasilnya, orangtua Ryan juga normal dari sisi kejiwaan, tapi ibunya mempunyai sifat yang mirip dengan Ryan yakni sensitif, mudah tersinggung, dan mudah marah, bahkan di dalam rumah tangga ada dominasi ibu," katanya.

Dalam dinamika kejiwaan tersangka, katanya, Ryan menjadi seperti sekarang ini akibat dia terlahir sebagai anak tunggal dari perkawinan ibunya dengan tiga laki-laki yang tak harmonis, bahkan Ryan merupakan hasil perkawinan ibunya dengan laki-laki ketiga.

"Ryan merasa kurang mendapat perhatian, ada ketidakcocokkan dengan kondisi ekonomi keluarga, dan juga ada ketidakcocokkan dengan perilaku ibu. Ryan sering cekcok dengan orangtuanya, sehingga dia menjadi impulsif dan ada rasa tak suka dengan perilaku ibu," katanya.

Saat diperiksa di Mapolres Jombang, kakak tiri Ryan, Mulyo Wasis mengatakan, sejak kecil Ryan sering mengalami kekerasan dari ibunya, sehingga usia sekitar 13 tahun mengalami tekanan kejiwaan akibat memendam benci kepada sang ibu.

Vonis dan Pengajuan Grasi

Ryan Jombang

6 April 2009, Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan hukuman mati kepada Very Idam Henyansyah alias Ryan Jombang. Pria kelahiran Jombang 1 Februari 1978 itu lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, tapi ditolak.

Begitu pula dengan permohonan kasasinya ke Mahkamah Agung. Ryan lalu mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Hasilnya, tetap sama.

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, Ryan mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo. Ryan yang membunuh 11 orang dan memutilasi beberapa di antaranya itu ingin Jokowi mengurangi hukumannya menjadi hukuman seumur hidup. Permintaan grasi itu diajukan Ryan melalui tim pengacaranya.

"Mengajukan permohonan pengampunan (GRASI) atas Putusan Pengadilan Negeri Depok No 1036/Pid/B/2008/PN.DPK tanggal 6 April 2009 o Putusan Pengadilan Tinggi Bandung No. 213/Pid/2009/PT.BDG tanggal 19 Mei 2009 jo Putusan Mahkamah Agung No 1444 K/Pid/2009 tanggal 31 Agustus 2009 jo Putusan Mahkamah Agung No 25 PK/Pid/2012 tanggal 05 Juli 2012 kepada Presiden Republik Indonesia," tulis tim pengacara Nyoman Rae&Partners dalam keterangan tertulis kepada di Jakarta, Jumat 7 Oktober 2016.

Pada berkas permohonannya, dia menyertakan secarik surat tulisan tangan untuk presiden yang menjelaskan alasannya meminta grasi. Ryan yang dihukum mati itu mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya telah membunuh 11 orang.

swaranet.com

Pasutri Dipenjara karena Nikah Diam-diam, “Saya Menyesal yang Mulia”

swaranet.com

DOMINO’S PIZZA Promo Paket 2 Pizza cuma Rp. 85.000*

swaranet.com

Minitrans Terbakar, Transjakarta Stop Sementara Operasi Bus Serupa

swaranet.com

Formula E Digelar di Ibu Kota, Begini Catatan Pengamat Buat Anies

swaranet.com

Belajar Desain dan Arsitektur Sejak Usia Muda, Simak 5 Tipsnya

swaranet.com

Nunung Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

swaranet.com

Dihantui Penyakit Degeneratif, Usia 25-35 Wajib Cek Kesehatan Rutin

swaranet.com

Tak Bisa Diharap Sumbang PAD, Pemda Pinrang Kewalahan Kelola Objek Wisata

swaranet.com

Nama Syafruddin Mencuat Bursa Calon Ketua Umum PPP, Begini Tanggapan DMI

swaranet.com

Pisah dari Bradley Cooper, Irina Shayk Jual Apartemen di New York Seharga Rp 36 M!

swaranet.com

Harus Memanggil Teman Sendiri “Bang” di Organisasi, Itu Rasanya Aneh Sekali

swaranet.com

Manchester United Turunkan Pemain Kuat Hadapi Inter Malam Ini

swaranet.com

Marcus/Kevin Lolos, Indonesia Amankan Satu Gelar

swaranet.com

Mengembalikan Sungai Citarum Harum, TNI dan Warga Bersih-bersih

swaranet.com

Pelaku UKM Didorong untuk Terapkan SNI

swaranet.com

Cari Pengganti Neymar, PSG Dekati Dybala

swaranet.com

Farhat Abbas Ingin Barbie Kumalasari Jadi Tersangka?

swaranet.com

Tergolong Rawan, Kemendesa PDTT Gelar Simulasi Penanganan Bencana di Bengkulu

swaranet.com

3 Gol Terbaik di Pekan ke-9 Shopee Liga 1 2019

swaranet.com

7 Kesalahan Termahal Sepanjang Sejarah

swaranet.com

Ratusan Penari Warnai Festival Yosakoi di Surabaya

swaranet.com

Menurut Penelitian, Beda Gaji Terlalu Jauh Bisa Sebabkan Suami Istri Bercerai

swaranet.com

Rumah-rumahan Betawi Jadi Objek Foto dan Selfie Warga di Lebaran Betawi 2019

swaranet.com

Manchester City Sudah Tak Tertarik Pinang Harry Maguire

swaranet.com

THE DUCK KING GROUP DIMSUM DELIGHT – DISKON 20% UNTUK SEMUA JENIS DIMSUM

swaranet.com

LOTTEMART RETAIL Katalog Belanja Produk Fresh Akhir Pekan periode 18-21 Juli 2019

swaranet.com

Pasar Swalayan ADA Promo Katalog Belanja Weekend periode 20-21 Juli 2019

swaranet.com

Puslitbang ala Negeri Dongeng Lengkapi Pabrik Canggih Huawei

swaranet.com

Stadion Gelora 10 November Tak Bisa Dipakai sampai Oktober

swaranet.com

Putra Nunung Tak Sangka Ibunya Pakai Narkoba

swaranet.com

PKB Tak Terbuka dengan Masuknya Partai Baru

swaranet.com

Ditahan Kasus Narkoba, Cerdik... Tahanan Ini Selundupkan Sabu-sabu di Rutan

swaranet.com

3 Pemain Chelsea Ini Berpotensi Dijual Setelah Lampard Duduk di Kursi Pelatih

swaranet.com

Solskjaer Yakin Manchester City dan Liverpool Tak Bisa Ulangi Sukses Musim Lalu

swaranet.com

Demi Pogba, Real Madrid Ingin Jual Isco dan Asensio

swaranet.com

Live Streaming SCTV Sinetron Orang Ketiga Episode Sabtu 20 April 2019

swaranet.com

Chelsea Disanksi, Frank Lampard Cuma Bisa Baca Berita Transfer

swaranet.com

Pesawat Sriwijaya Tergelincir di Bandara Halu Oleo Kendari, Penumpang Dievakuasi

swaranet.com

Menpora Gairahkan Semangat Berolahraga di Gowes Nusantara Barito

swaranet.com

Dkritik Gara-gara Bahasa Inggris, Nana Mirdad Marah ke Netizen

swaranet.com

Milad Ke-17, Santri dan Santriwati Ponpes NU Diminta Ikuti Perkembangan

swaranet.com

Hidayat Nahwi Rasul, Ahli Telematika Sulsel Meninggal Dunia

swaranet.com

MU Kalahkan Inter di ICC 2019

swaranet.com

PUBG Rilis Sebuah Video Kelam Mengenai Latar Belakang Ide Battle Royale

swaranet.com

Pablo Benua Tulis Surat dari Tahanan, Ungkap Barbie Kumalasari Dalang Kasus Ikan Asin, Ini Buktinya

swaranet.com

Lawan Hendra/Ahsan di Final, Marcus : Sudah Sering

swaranet.com

Relawan Greeneration Ajak Warga Desa Tamatto Jaga Lingkungan

kumpulan tutorial terlengkap
close