Pulang Natal

kataSAPA.com
Dahlan Iskan di dekat hotel Trump International Washington DC

Oleh : Dahlan Iskan

Ini tidak penting. Juga tidak menarik. Apalagi juga tidak menyangkut nasib kita sama sekali. Tapi setahun sekali saya ingin menulis yang beginian. Bukan untuk dibaca. Tapi hanya untuk ditulis.

Bahwa pesta bisa membawa bencana.

Bahwa semangat bisa juga menjerumuskan.

Bahwa di atas angin ada angin yang lebih besar.

Contohnya ini yang terlalu jauh: Deutsche Bank. Bank terbesar di Jerman. Salah satu yang terbesar di dunia.

Empat tahun terakhir rugi terus. Ganti CEO terus.

Untuk mengatasi keadaannya yang terus memburuk. Begitu sering ganti CEO. Empat kali dalam empat tahun.

CEO yang sekarang, Christian Sewing, sudah pula kehilangan waktu 1,5 tahun. Usahanya belum berhasil.

Saat diangkat April tahun lalu Christian sebenarnya sudah punya jalan keluar: Deutsche Bank pasti bisa diselamatkan.

Sesakit-sakit Deutsche Bank tetaplah bank raksasa. Sakitnya orang kaya raya. Uangnya masih sangat banyak. Pun kalau tidak nama dan reputasinya tetap besar.

Christian menggunakan kekuatan itu untuk menemukan jalan pintas: beli saja bank yang sangat besar dan masih baik. Sekaligus seperti menemukan pedang bermata dua: bisa memperbaiki tampilan Deutsche Bank sekaligus memperbesarnya.

Setahun lebih pembicaraan merger itu dilakukan. Yang diincar adalah Commerzebank AG.

Bank nomor dua terbesar di Jerman.

Yang asetnya 462 miliar Euro. Atau hampir Rp 5 ribu triliun.

Yang umurnya sudah 149 tahun. Hanya setahun lebih muda dari Deutsche Bank sendiri.

Yang labanya tahun lalu 1,2 miliar Euro.

Yang punya cabang di 50 negara. Dengan nasabah 20 juta.

Ide merger ini luar biasa bagusnya.

Tapi gagal.

Hampir 90 persen karyawan Commerzebank menentang.

30.000 terancam PHK.

Resiko terlalu besar. Biaya merger juga lebih memberatkan.

Setahun lebih waktu terbuang.

Kemerosotan Deutsche Bank kian dalam.

Akhirnya

Lupakan Commerzebank AG. Yang juga pernah kena denda 1,2 miliar Euro. Atau sekitar Rp 20 triliun. Lantaran ketahuan dipakai cuci uang Iran, Sudan dan Myanmar.

Pembicaraan merger dengan Commerzebank AG hanya membuang lebih banyak waktu.

Tapi tidak melakukan apa pun juga buruk. Apalagi menunda-nundanya.

Minggu lalu Christian membuat putusan baru. Yang akan didetilkan minggu ini. Dan akan langsung dilaksanakan: melakukan restrukturisasi besar-besaran. Banyak cabang besar yang akan ditutup. Termasuk yang di Dubai dan Johannesburg. Atau di tempat lain. Yang akan terkena PHK sekitar 20.000 orang.

Tapi tidak ada jalan lain.

Harga sahamnya sudah 80 persen merosot.

Tidak ada jalan lain.

Ini bukan salah Christian. Yang kini berumur 49 tahun. Yang sejak lulus Frankfurt School of Finance and Management langsung bekerja di bank itu.

Yang hobinya hanya tenis. Itu pun tidak banyak kesempatan untuk melakukannya. Permainan yang lain pun mungkin juga jarang. Di umurnya yang hampir 50 tahun keluarga ini tanpa anak.

Ini kesalahan 10 tahun lalu.

Juga 15 tahun lahu.

Pun 20 tahun lalu.

Diawali dari krisis keuangan dunia 2008. Yang sangat memukul Deutsche Bank. Pukulan itu membuatnya tidak pernah bisa tegak kembali. Sampai sekarang.

Mungkin awalnya bukan itu.

Sebelum krisis terjadi, Deutsche Bank memang lagi gendut. Baru saja ekspansi besar-besaran. Sangat klasik: terlalu cepat menambah karyawan. Dengan gaji yang lebih tinggi. Terlalu cepat mengembangkan organisasi: kontrolnya lantas melemah.

Sampai dua kali Deutsche Bank terkena denda. Nilainya mencapai 7,2 miliar dolar. Hampir Rp 100 triliun. Itu karena ketahuan: dipakai tempat cuci uang Rusia. Juga karena salah dalam menangani morgate di Amerika.

Pun mungkin juga bukan karena terlambat diet itu. Langkah ekspansi Deutsche Bank sendiri dipicu oleh semangat yang menggebu. Terpengaruh sukses besar 3 tahun sebelumnya. Sukses besar yang menghasilkan bonus besar.

Yakni setelah Deutsche Bank berhasil membeli salah satu bank terbesar di New York: Bankers Trust.

Wallstreet pun heboh.

Pesta besar pun diadakan menyambut keberhasilan itu. Pesta di New York. Pun di Frankfurt.

Transaksi ini melambungkan nama Edson Mitchell. Berkat Mitchel-lah Deutsche Bank jadi buah bibir dunia. Raksasa Jerman telah tiba. Siap menguasai dunia.

Edson Mitchell menjadi CEO Deutsche Bank.

Sebelum pindah ke Deutsche Bank, Mitchel memang sudah ahli keuangan. Ia menjabat eksekutif di Marrill Lynch salah satu perusahaan keuangan terbaik di dunia.

Edson Mitchell asli Maine negara bagian paling pojok timur laut Amerika. Berbatasan dengan Kanada. Ia lahir di Maine. Tinggal di Maine. Mendapat istri juga orang Maine. Namanya Suzan. Teman SMA-nya di Maine. Mereka tinggal di satu kota bernama Portland. Kota pantai yang latar belakangnya pegunungan indah.

Meski juga punya rumah di London hidupnya lebih banyak di Maine.

Di kampungnya itulah istrinya kerasan. Bersama empat anak mereka.

Tapi jabatan Mitchel terus naik. Kian tinggi. Sukses besarnya di Deutsche Bank membuat Mitchel harus pindah ke pusat keuangan dunia Eropa, London.

Sang istri, Suzan, tidak mau ikut pindah. Dengan usia 48 tahun dan dengan empat anak sang istri pilih tetap tinggal di Portland. Mitchel-lah yang harus sering pulang.

Saya tidak tahu seberapa menarik kota Portland. Sampai Suzan tidak mau ikut ke London. Saya sudah beberapa kali ke Portland tapi bukan yang ini. Portland yang saya kunjungi minggu lalu adalah yang di negara bagian Oregon. (Lihat DIs Way:Minggat Lagi).

Nama kota terbesar di Oregon ini sengaja menggunakan nama kota terbesar di negara bagian Maine. Portland yang di Maine sudah ada sejak tahun 1630. Portland yang di Oregon baru 200 tahun sesudahnya: 1845.

Portland tua letaknya di timur. Menghadap ke timur. Di Pantai Atlantik. Portland muda ada di barat. Menghadap ke barat. Di Pantai Pasifik.

Maine adalah satu-satunya negara bagian yang saya tidak tahu. Belum pernah ke sana. Hanya buku-buku menyebutkan Portland adalah kota pelabuhan istimewa. Musim salju pun air di pelabuhannya tidak membeku. Mirip pelabuhan Dalian di Liaoning, RRT. Kegiatan ekspor tetap berjalan di musim salju. Pun barang Kanada banyak di ekspor dari sini di musim winter. Dekat sekali.

Portland-nya Suzan ini juga terpilih sebagai kota di Amerika yang terbanyak punya restoran. Lobsternya paling terkenal.

Tentu bukan karena lobster itu Suzan tidak mau ikut ke London. Mitchel berangkat ke London sendirian. Tinggal di London sendirian.

Di London itulah. Mitchel kecantol wanita Prancis. Yang umurnya baru melewati 30 tahun.

Suzan akhirnya juga tahu itu. Dia merasa ada yang aneh pada diri suaminya. Di acara-acara besar Deutsbank juga sering diajak serta.

Suatu hari sang istri terbang melintasi lautan atlatik: ke London. Tanpa memberitahu suami. Ketahuanlah suaminya bersama wanita Prancis itu.

Sang istri langsung balik ke bandara London. Terbang kembali ke Portland.

Bertengkar.

Suzan sampai mengajukan ide bercerai.

Beberapa waktu kemudian Mitchel ingin pulang ke istrinya itu. Untuk merayakan Natal. Dan tahun baru. Ia terbang ke Amerika. Lalu dengan pesawat pribadinya terbang ke Portland. Sendirian. Hanya dengan pilot.

Hari itu Jumat 22 Desember. Sudah dalam suasana Natal. Jam 17.00 sore. Sudah sangat gelap untuk musim winter. Bersalju pula.

Pesawatnya jatuh di pegunungan dekat Portland.

Pilotnya meninggal.

Edson Mitchell juga.

(Dahlan Iskan)

sumber: pojoksatu.id
swaranet.com

Pasutri Dipenjara karena Nikah Diam-diam, “Saya Menyesal yang Mulia”

swaranet.com

DOMINO’S PIZZA Promo Paket 2 Pizza cuma Rp. 85.000*

swaranet.com

Minitrans Terbakar, Transjakarta Stop Sementara Operasi Bus Serupa

swaranet.com

Formula E Digelar di Ibu Kota, Begini Catatan Pengamat Buat Anies

swaranet.com

Belajar Desain dan Arsitektur Sejak Usia Muda, Simak 5 Tipsnya

swaranet.com

Nunung Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

swaranet.com

Dihantui Penyakit Degeneratif, Usia 25-35 Wajib Cek Kesehatan Rutin

swaranet.com

Tak Bisa Diharap Sumbang PAD, Pemda Pinrang Kewalahan Kelola Objek Wisata

swaranet.com

Nama Syafruddin Mencuat Bursa Calon Ketua Umum PPP, Begini Tanggapan DMI

swaranet.com

Pisah dari Bradley Cooper, Irina Shayk Jual Apartemen di New York Seharga Rp 36 M!

swaranet.com

Harus Memanggil Teman Sendiri “Bang” di Organisasi, Itu Rasanya Aneh Sekali

swaranet.com

Manchester United Turunkan Pemain Kuat Hadapi Inter Malam Ini

swaranet.com

Marcus/Kevin Lolos, Indonesia Amankan Satu Gelar

swaranet.com

Mengembalikan Sungai Citarum Harum, TNI dan Warga Bersih-bersih

swaranet.com

Pelaku UKM Didorong untuk Terapkan SNI

swaranet.com

Cari Pengganti Neymar, PSG Dekati Dybala

swaranet.com

Farhat Abbas Ingin Barbie Kumalasari Jadi Tersangka?

swaranet.com

Tergolong Rawan, Kemendesa PDTT Gelar Simulasi Penanganan Bencana di Bengkulu

swaranet.com

3 Gol Terbaik di Pekan ke-9 Shopee Liga 1 2019

swaranet.com

7 Kesalahan Termahal Sepanjang Sejarah

swaranet.com

Ratusan Penari Warnai Festival Yosakoi di Surabaya

swaranet.com

Menurut Penelitian, Beda Gaji Terlalu Jauh Bisa Sebabkan Suami Istri Bercerai

swaranet.com

Rumah-rumahan Betawi Jadi Objek Foto dan Selfie Warga di Lebaran Betawi 2019

swaranet.com

Manchester City Sudah Tak Tertarik Pinang Harry Maguire

swaranet.com

THE DUCK KING GROUP DIMSUM DELIGHT – DISKON 20% UNTUK SEMUA JENIS DIMSUM

swaranet.com

LOTTEMART RETAIL Katalog Belanja Produk Fresh Akhir Pekan periode 18-21 Juli 2019

swaranet.com

Pasar Swalayan ADA Promo Katalog Belanja Weekend periode 20-21 Juli 2019

swaranet.com

Puslitbang ala Negeri Dongeng Lengkapi Pabrik Canggih Huawei

swaranet.com

Stadion Gelora 10 November Tak Bisa Dipakai sampai Oktober

swaranet.com

Putra Nunung Tak Sangka Ibunya Pakai Narkoba

swaranet.com

PKB Tak Terbuka dengan Masuknya Partai Baru

swaranet.com

Ditahan Kasus Narkoba, Cerdik... Tahanan Ini Selundupkan Sabu-sabu di Rutan

swaranet.com

3 Pemain Chelsea Ini Berpotensi Dijual Setelah Lampard Duduk di Kursi Pelatih

swaranet.com

Solskjaer Yakin Manchester City dan Liverpool Tak Bisa Ulangi Sukses Musim Lalu

swaranet.com

Demi Pogba, Real Madrid Ingin Jual Isco dan Asensio

swaranet.com

Live Streaming SCTV Sinetron Orang Ketiga Episode Sabtu 20 April 2019

swaranet.com

Chelsea Disanksi, Frank Lampard Cuma Bisa Baca Berita Transfer

swaranet.com

Pesawat Sriwijaya Tergelincir di Bandara Halu Oleo Kendari, Penumpang Dievakuasi

swaranet.com

Menpora Gairahkan Semangat Berolahraga di Gowes Nusantara Barito

swaranet.com

Dkritik Gara-gara Bahasa Inggris, Nana Mirdad Marah ke Netizen

swaranet.com

Milad Ke-17, Santri dan Santriwati Ponpes NU Diminta Ikuti Perkembangan

swaranet.com

Hidayat Nahwi Rasul, Ahli Telematika Sulsel Meninggal Dunia

swaranet.com

MU Kalahkan Inter di ICC 2019

swaranet.com

PUBG Rilis Sebuah Video Kelam Mengenai Latar Belakang Ide Battle Royale

swaranet.com

Pablo Benua Tulis Surat dari Tahanan, Ungkap Barbie Kumalasari Dalang Kasus Ikan Asin, Ini Buktinya

swaranet.com

Lawan Hendra/Ahsan di Final, Marcus : Sudah Sering

swaranet.com

Relawan Greeneration Ajak Warga Desa Tamatto Jaga Lingkungan

kumpulan tutorial terlengkap
close